Pradya Suara – Dinas Lingkungan Hidup (LH) Tuban, bersama Forkopimcam Jenu, sembilan kepala desa (kades) dan Pertamina menindaklanjuti hasil pertemuan Amdal Kilang Tuban di Surabaya pekan lalu. 

Hal yang disepakati membentuk forum komunikasi desa sekitar proyek kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban di kantor Kecamatan Jenu, Jumat (16/6) kemarin.

“Pertemuan ini baru sebatas komitmen segera mungkin membentuk forum aspirasi warga,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan Dinas LH Tuban, Sunarko, kepada reporter Pradya Suara ketika dikonfirmasi, Sabtu, 17 Juni 2017.

Terbatasnya waktu membuat sembilan kades belum bisa membahas forum secara detail. Mulai nama forum, maksud tujuan, kepengurusan, maupun tugas fungsinya.

Pekan depan, hasil pertemuan berupa Berita Acara (BA), langsung dilampirkan tim komisi penilai Amdal Kilang pusat untuk dinaikan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar.

“Pasca lebaran baru dilakukan pembentukan forum resmi tanpa kehadiran Pertamina,” tegas Sunarko.

Wadah aspirasi masyarakat ini nantinya bakal menjadi induk dari semua urusan kegiatan proyek kilang. Pertamina-Rosneft apabila mau merekrut tenaga lokal, memberikan program Corporate Social Responsibilty (CSR), maupun butuh material harus melewati forum ini.

Perwakilan Pertamina, Robertus Rusdiyanto juga merealisasikan biaya pendataan yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh kades. Utamanya Kades Wadung, Sasmito, Rawasan, Hendro Hermawan, Mentoso, Saji, dan Kaliuntu, Murtadho. (al)

Editor : Sumartik

Tanggapan Masyarakat