Pradya Suara – Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hari Jumat (24/11) menggelar apel kesiapsiagaan bencana di Alun-alun Tuban. Upaya tersebut untuk menyamakan persepsi dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi.

“Dalam menangani bencana di Bumi Wali pemerintah butuh dukungan pihak lain,” kata Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada reporter Pradya Suara ketika dikonfirmasi usai apel.

Melalui kesiapan seperti ini, semua pihak termasuk corporate tahu apa harus yang dilakukan. Ketika Bupati menyatakan status tanggap darurat, semua personil, peralatan, dan anggaran siap diluncurkan.

Titik rawan bencana Tuban tahun ini, masih sama dengan tahun sebelumnya. Di antaranya luapan Sungai Bengawan Solo, Avor Jambon, banjir rob, puting beliung, dan tanah longsor.

Bupati Tuban, Fathul Huda, menambahkan, secara geografis, klimatologi dan hidrologi wilayah Tuban memiliki potensi ancaman bencana yang cukup besar.

“Berdasarkan hasil kajian risiko bencana yang dilakukan BPBD tahun 2013 lalu, nilai indeks risiko bencana Tuban mencapai skor 175,” tandas Bupati Fathul Huda.

Nilai tersebut termasuk klas risiko bencana tinggi. Bahkan wilayah Tuban menempati urutan 145 dari 496 kabupaten/kota se-Indonesia yang rawan terhadap risiko bencana. Ada berbagai potensi ancaman yang sering melanda wilayah Tuban. Baik bersifat alam maupun non alam, seperti bencana banjir, kekeringan, cuaca ekstrim, dan gelombang ekstrim. (al)

Editor : Sumartik

Tanggapan Masyarakat