Pradya Suara – Pemerintah Kabupaten Tuban menjalin kerja sama dengan tertiary irrigation technical assistance (TIRTA), terkait rencana pengembangan jaringan irigasi pompa tahun ini.

Kerja sama ini, diawali dengan melaksanakan loka karya peran pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam pengembangan irigasi pompa di Kabupaten Tuban, hari ini, Rabu (17/05/2017).

Dilanjutkan  pemaparan program dari Deputy Team Leader TIRTA, William Bere Ati dan disambung dengan pemaparan dari Bappeda Kabupaten Tuban.

“Wilayah kerja TIRTA untuk Provinsi Jawa Timur dilakukan di tiga kabupaten, yaitu Bojonegoro, Tuban, dan Lamonggan,” kata Program Manager TIRTA, Ricard Ardana, kepada reporter Pradya Suara ketika dikonfirmasi usai acara.

Ditambahkan, tujuan diselenggarakannya loka karya tersebut, untuk mengetahui kondisi irigasi di Tuban, sebelum memulai proyek. Selain itu juga menyinergikan pemahaman bersama para pemangku kepentingan.

“Melalui loka karya tersebut, TIRTA akan menentukan solusi yang tepat, efektif, dan efisien, serta sejalan dengan program Pemkab Tuban,” imbuh Ricard Ardana.

Diketahui, TIRTA merupkan salah satu bagian dari program aip-rural yang fokus di Indonseia Timur. Program ini bergerak di bidang irigasi tersier, khususnya irigasi pompanisasi.

TIRTA bertujuan untuk meningkatkan akses ke sumber daya air bagi petani kecil, agar dapat meningkatkan proyektifitas petani menjadi lebih baik.

Program tersebut juga untuk meningkatkan pendapatan bersih bagi 10 ribu rumah tangga pertanian sebesar 60 persen, melalui peningkatan efisiensi serta kelayakan teknis dan ekonomi setidaknya pada 33 proyek irigasi tersier.

TIRTA  adalah program kerja sama Pemerintah Australia, The Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) dengan Pemerintah Indonesia, yang diwakili Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, di bawah Dirjen Sumber Daya Air. (mj)

Editor : Sumartik

Tanggapan Masyarakat