Pradya Suara – Muspika Jenu, Tuban berharap 779 petani Desa Wadung, Rawasan, Mentoso, dan Kaliuntu untuk bersabar menunggu transfer tali asih proyek Kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban. 

Informasi dari Pertamina, saat ini tinggal finishing adminitrasi kesepakatan dengan Kementriam Ligkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seagai pemilik lahan kilang. 

“Ganti rugi tanam 20 juta rupiah/hektare, maupun adminitrasi tim Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) sudah beres,” kata Sekretaris Camat (Sekcam) Jenu, Suwoto, kepada reporter Pradya Suara ketika dikonfirmasi, Sabtu, 17 Juni 2017.

Pertamina, KLHK, Muspika Jenu, dan Kepala Desa (Kades) empat desa dalam pertemuan di Jakarta pada akhir bulan Maret lalu, telah sepakat ada 779 petani yang menerima tali asih.

“Mereka menggarap lahan KLHK seluas 326.0297 Hektare,” imbuh Suwoto.

Jumlah penerima tali asih meliputi, 404 orang di Desa Wadung, 49 orang di Desa Kaliuntu, 100 petani Desa Rawasan, dan 226 petani di Desa Mentoso.

Perwakilan Pertamina, Robertus Rusdiyanto saat berkunjung di Kecamatan Jenu, juga belum dapat memastikan kapan ganti rugi tanam ini cair. Sebagai staf di perusahaan plat merah, Rusdi hanya bisa mengupayakan secepatnya.

Target operasi Kilang Tuban, Jawa Timur, ditunda dari semula 2022 menjadi tahun 2024. Untuk menggarap proyek kilang NGRR Tuban, Pertamina harus menyiapkan dana sekira US$ 13 miliar. (al)

Editor : Sumartik

Tanggapan Masyarakat