Pradya Suara – Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Tuban, mulai pekan ini melakukan pemerisaan hewan kurban di sejumlah tempat pengumpulan sapi dan kambing. Upaya ini untuk memastikan, semua hewan kurban tahun ini sehat dan tanpa cacat sesuai aturan.

“Tidak semua hewan bisa digunakan untuk berkurban,” kata Kabid Kesehatan Hewan DPP Tuban, Basoeki Tjahyono kepada reporter Pradya Suara ketika ditemui di lokasi pengepul Nurul Hayat Kelurahan Perbon, Selasa, 29 Agustus 2017.

Salah satu syarat hewan sah dikurbankan minimal umurnya cukup, dan sudah tanggal giginya (powel). Berikutnya tidak ada cacat atau sakit bagian tubuh hewan tersebut.

Pantauan di lokasi pengepul hewan kurban Nurul Hayat, masih ditemukan kambing yang matanya sakit dan kulitnya korengan.

“Oleh karena itu, kami langsung memberikan obat berupa salep dan tetes mata,” tegas Basoeki.

Adanya pemeriksaan hewan kurban dari Pemkab Tuban langsung diapresiasi oleh Pimpinan Cabang Nurul Hayat Tuban, Kholid. Tahun ini pihaknya menyiapkan lima ekor sapi, dan 70 ekor kambing untuk konsumen.

Dalam sehari, Nurul Hayat mampu menjual lima sampai 10 ekor hewan kurban. Untuk harga sapi kisaran 15-19 juta rupiah.

“Sedangkan kambing harganya mulai 2,1-3,5 juta rupiah,” imbuh Kholid.

Selain dari Tuban, konsumennya juga datang dari Brondong-Paciran-Lamongan. (al)

Editor : Sumartik

Tanggapan Masyarakat