Pradya Suara – Dalam mendukung upaya pemerintah guna mengejar swasembada daging sapi di tahun 2026, dipastikan tidak ada sapi betina disembelih. Program tersebut diawali dengan upaya khusus sapi indukan wajib bunting (UPSUS SIWAB) tahun 2017.

“Pemkab Tuban melalui instruksi Bupati Fathul Huda telah melakukan pelarangan penyembelihan sapi betina,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban, Imron Khaliq, kepada reporter Pradya Suara saat dikonfirmasi, Sabtu, 17 Juni 2017. “Bahkan hal ini sebelum diluncurkannya program UPSUS SIWAB,” tandasnya.

Pembinaan dan pencegahan pemotongan betina produktif dilakukan dari hulu sampai hilir. Mulai rumah jagal atau pemilik ternak hingga rumah potong hewan binaan pemerintah.

Diungkapkan, langkah tersebut dinilai efektif sebab sampai saat ini hampir 100 persen ternak sapi yang disembelih merupakan sapi betina.

“Baik oleh warga maupun rumah potong hewan,” tegas Imron.

Ditambahkan, instruksi pelarangan penyembelihan sapi betina telah dimulai tahun 2016 lalu. Menyusul perintah bupati agar Tuban memiliki populasi sapi 50 persen dari populasi penduduk Bumi Wali. (mj)

Editor : Sumartik

Tanggapan Masyarakat