Pradya Suara – Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam), Ali Nurokhim, mengatakan, pihaknya telah meminta petugas sektor agar memberikan imbauan kepada jemaah untuk tidak terburu-buru ke masjid. Selesaikan perlengkaapannya sampai mendapat kamar, karena  perhitungan Arba’in dimulai setelah mereka masuk kamar hotel.

“Apabila jemaah memaksa ke masjid mereka harus mengingat-ingat jalur yang dilaluinya,” kata Ali Nurokim dalam siaran resminya. “Jangan ragu-ragu untuk bertanya kepada petugas haji yang ada di Masjidil Haram apabila lupa jalan pulang ke hotel,” Kamis, 3 Agustus 2017.

Awal pekan ini, Kepala Sektor Khusus Harun Arrosyid mengatakan empat hari masa kedatangan, jumlah jemaah yang lupa jalan pulang usai salat berjemaah di Masjid Nabawi terus meningkat. Dia mencatat lebih dari lima puluh jemaah yang lupa arah jalan pulang. 

Sejak hari pertama sampai hari keempat ini, kurang lebih ada lima puluh jemaah yang mendapat bantuan. Rata-rata tidak hafal dengan nomor pintu.

“Umumnya mereka adalah jemaah yang sudah usia lanjut,” imbuhnya.

Diimbau jemaah untuk menghafal nomor pintu gerbang Masjid Nabawi yang terdekat dengan hotel. Ada 40 pintu gerbang di Masjid Nabawi, dan jemaah hanya perlu menghafal satu pintu yang mereka lewati.

Kepala Kemenag Tuban, Sahid, menambahkan sebelum berangkat CJH juga telah diingatkan untuk menghafal jalur yang telah dilalui.

“Tanya kepada petugas apabila merasa tersesat,” tegas Sahid.

Secara keseluruhan, ada 912 CJH Tuban yang berangkat ke Tanah Suci. Jumlah tersebut terbagi dalam kloter 16,17, dan 21. Keberangkatan Kloter 16 dan 17 berangkat hari Senin (1/8), sedangkan kloter 21 bertolak hari Selasa (2/8). (al)

Editor : Sumartik

Tanggapan Masyarakat