Pradya Suara – Operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina- Petrochina East Java (JOB P- PEJ) berjanji akhir bulan ini mengecilkan volume api flare di Control Processing Area (CPA) Mudi di Desa Rahayu, Kecamatan Soko. Pernyataan tersebut disampaikan dalam serah terima tali asih dampak flare di balai Desa Rahayu.

“Sesuai rencana akhir bulan ini ada pemasangan alat kompres di CPA Mudi” kata Field Manager JOB P-PEJ, Nusdi Septikaputra, kepada reporter Pradya Suara ketika dikonfirmasi, Senin, 11 September 2017.

Diharapkan tidak ada kendala, dan api bisa lebih kecil. Kondisi ini tentu menguntungkan lingkungan karena dampaknya berkurang.

“Saat ini produksi minyak di Rahayu rata-rata 10 ribu Barrel Per Hari (BPH),” imbuh Nusdi.

Selain dari Mudi, minyak juga berasal dari Lapangan Sukowati, Bojonegoro.

Kepala Desa Rahayu, Sukisno sangat setuju apabila pihak perusahaan yang kontraknya habis 28 Februari 2017 mau menurunkan volume flare. Apabila tidak, perangkat desa akan menagih untuk dilakukan pemantauan terbatas uji coba dampak flare. (al)

Editor : Sumartik

Tanggapan Masyarakat