Pradya Suara – Setelah perluasan kinerja tertiary irrigation technical assistance (TIRTA) di Kabupaten Bojonegoro tahun 2016 lalu, tahun ini akan dilaksanakan di Kabupaten Tuban.

“Permasalahan yang kerap terjadi terkait irigasi tersier, diantaranya banyak saluran yang tidak berfungsi,” kata Wabup Noor Nahar Hussein, kepada reporter Pradya Suara saat ditemui usai membuka loka karya peran pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam pengembangan irigasi pompa di Kabupaten Tuban, Rabu, 17 Mei 2017.

Kondisi tersebut diperparah dengan letak geografis Tuban, mulai Kenduruan, Kerek, Montong, Tuban Kota, Semanding dan Palang, termasuk wilayah cukup kering. Sehingga sangat rentan terjadi kekeringan di musim kemarau. Berbeda dengan kecamatan Parengan, Soko, Rengel, Palang, dan Widang, yang berdekatan dengan Sungai Bengawan Solo, dan dapat dibantu melalui HIPPA.

Permasalahan pertanian, seperti yang dilakukan oleh HIPPA dengan sistem pomba/ dinilai berbiaya cukup mahal.

“Untuk itu, dengan adanya TIRTA diharapkan dapat memberikan assesment mengenai menejemen pompa, serta efisiensi irigasi,” tegas Noor Nahar.

Ditambahkan, bentuk kinerja TIRTA dalam program tersebut, nantinya mendukung terciptanya skema irigasi tersier yang dikelola HIPPA, dan para investor lokal.

Nantinya, investor lokal akan berinvestasi berupa mesin diesel, pompa dan infrastruktur kanal. Hal ini untuk memasok air ke petani, dengan imbalan berupa bagian hasil panen.

Diharpakan, pemerintah desa (Pemdes) mendukung program tersebut dan menyampaikannya pada petani di daerah masing-masing. Nantinya Pemdes bisa menfaatkan Dana Desa (DD) untuk program tersebut. (mj)

Editor : Sumartik

Tanggapan Masyarakat