Pradya Suara – Komisi B DPRD bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tuban, memanggil enam distributor pupuk subsidi di wilayahnya. Pertemuan tersebut untuk menjawab isu kelangkaan pupuk, dan penjualan pupuk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Gejolak petani belakangan ini bukan karena kelangkaan tapi keterlambatan distribusi pupuk,” kata anggota Komisi B DPRD, Rustamuri, kepada reporter Pradya Suara ketika dikonfirmasi, Rabu, 2 November 2017.

Bersama enam distributor resmi, wakil rakyat mengajak untuk mengontrol distribusi pupuk di lapangan.

“Sekaligus meningkatkan pengawasan melalui DPKP Tuban,” tegas Rustamuri.

Salah seorang distributor pupuk, Nefi, menjelaskan kalau tidak semua kecamatan mengalami kelangkaan pupuk, melainkan hanya sebagian.

“Hal ini dipicu pola tanam petani yang sampai tiga kali dalam setahun,” tandas Nefi.

Menyikapi hal ini, Kepala DPKP Tuban, Murtadji, menambahkan adanya hujan curun di beberapa wilayah membuat pola tanam petani lebih cepat. Hal ini berimbas pada cepatnya penyerapan pupuk, yang semestinya belum waktunya disalurkan. (al)

Editor : Sumartik

Tanggapan Masyarakat