Pradya Suara – Ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) Tuban, memiliki cara unik dan telah dilakukan bertahun-tahun untuk mengantisipasi tertukarnya koper di lokasi penampungan Arab Saudi. Caranya setiap koper ditandai aksesoris mulai pita berwarna merah, kuning, hijau, boneka, sandal, sampai pelampung jaring.

“Tanda khusus itu inisiatif sendiri supaya tidak kesulitan menemukan koper,” kata seorang CJH asal Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban, Sujito, kepada reporter Pradya Suara ketika dikonfirmasi, Senin, 31 Juli 2017.

Pihaknya telah melakukan persiapan haji beberapa bulan lalu termasuk manasik tiga kali. Kini saatnya menyiapkan mental, karena tinggal sehari lagi bertolak ke Surabaya kemudian ke tanah suci.

Untuk mengantisipasi tertukarnya koper, dia memasang puluhan klip kabel. Upaya ini untuk memudahkan mencari kopernya, ketika berada di tempat penampungan tanah suci.

Kepala Kemenag Tuban, Sahid, tidak melarang CJH Tuban memberikan tanda khusus pada kopernya. Pemberian tanda itu merupakan ide dari setiap calaon haji memudahkan pencarian.

Pihaknya sama sekali tidak memberikan intruksi khusus kepada 912 CJH Tuban dalam pemberian tanda.

“Identitas jamaah disertai foto telah dipasang di sisi luar tas,” tegas Sahid.

Ratusan koper asal Tuban ini, rencananya bakal dikirim hari ini sekira pukul 16:00 WIB ke Surabaya. Keesokan harinya atau tanggal 1 Agustus baru 445 CJH kelompok terbang (kloter) 16, dan 445 CJH kloter 17 diberangkatkan dari kawasan Pendapa Krida Manunggak Tuban. Sisanya CJH kloter 21 diberangkatkan dari halaman pemkab tanggal 2 Agustus 2017. (al)

Editor : Sumartik

Tanggapan Masyarakat