Pradya Suara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, berencana mengubah peta rawan bencana di 20 kecamatan. Satu risiko bencana yang perlu diwaspadai masyarakat yakni gempa bumi.

“Pasca adanya dampak gempa dari Lamongan beberapa waktu lalu, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) langsung terjun ke Tuban,” kata Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada reporter Pradya Suara ketika dikonfirmasi, Senin, 31 Juli 2017.

Beberapa Organisasi Perangkat Desa (OPD) terkait mulai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD dan asisten pemerintahan juga hadir.

“Mereka menyampaikan rekomendasi terkait Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) gunung Kendeng di Tuban,” imbuh Joko.

Harapannya dengan adanya perubahan peta bencana, masyarakat semakin siap menghadapi bencana. Pada prinsipnya semakin tahu masyarakat tentang potensi bencana, maka sedikit kerugian yang dialami.

Ketua DPRD Tuban, Miyadi, menambahkan KLHS tahap 1 hanya mencakup Pegunungan Kendeng untuk kawasan karat Cekungan Air Tanah (CAT) Watu Putih dan sekitar Kabupaten Rembang.

Masih ada KLHS tahap 2 untuk seluruh Pegunungan Kendeng yang berada di Kabupaten Pati, Rembang, Grobogan, dan Blora Jateng.

“Sekaligus mencakup Kabupaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan Jatim,” pungkas Miyadi. (al)

Editor : Sumartik

Tanggapan Masyarakat